Krisis iklim yang memicu musim kemarau berkepanjangan di kawasan iklim kering Nusa Tenggara Timur menjadi ancaman nyata bagi ketahanan pangan petani lokal. Program kedaulatan pangan berbasis benih lokal yang dikembangkan oleh WALHI Sukabumi berfokus pada pembentukan dan penguatan bank benih komunitas guna menyelamatkan varietas tanaman pangan lokal yang tahan terhadap cuaca ekstrem. Benih tanaman lokal seperti jagung pulut, sorgum, dan kacang-kacangan purba terbukti lebih adaptif terhadap kelangkaan air dibanding benih hibrida industri. Penguatan basis benih mandiri ini membebaskan petani dari ketergantungan pada benih komersial yang mahal.
Bank benih komunitas dikelola langsung oleh kelompok tani dengan menerapkan metode penyimpanan tradisional yang dipadukan dengan teknik penyeleksian benih secara ilmiah. Petani dilatih untuk memilih bulir benih unggul dari tanaman yang paling tahan terhadap serangan hama dan kekeringan pada musim panen sebelumnya.
Penggunaan varietas lokal juga menjaga keanekaragaman genetik tanaman pangan yang menjadi benteng pertahanan ekosistem dari ancaman gagal panen masal. Varietas unggul lokal memiliki daya tahan alami terhadap fluktuasi suhu tanah dan tingkat keasaman tanah lahan kering yang ekstrem.
Gerakan perlindungan hak-hak petani dan kedaulatan pangan desa terus digaungkan oleh WALHI Tasikmalaya melalui pelatihan pembiakan varietas benih alami tanpa rekayasa genetika industri. Kemandirian benih menjadi kunci utama keberlanjutan sektor pertanian rakyat.
Jaringan bank benih lokal memfasilitasi sistem pertukaran benih antardesa sehingga petani memiliki akses terhadap beragam jenis tanaman pangan. Sistem barter benih ini memperkuat ikatan sosial antarwilayah sekaligus memperluas sebaran varietas tanaman yang tahan iklim di seluruh NTT.
Sinergi advokasi kedaulatan pangan dan konservasi lingkungan berbasis pertanian rakyat ini diperkuat oleh WALHI Surakarta melalui pendampingan kelembagaan kelompok tani daerah. Penguatan bank benih lokal terbukti menjadi strategi paling efektif dalam mewujudkan kemandirian pangan di kawasan kering.